Mohon Perhatian : Blog sudah tidak diupdate. Kami pindah permanen ke bukalapak.com/bookarea

Terima kasih.

Disclaimer :
* Semua adalah secondhand book kecuali jika disebut khusus
* Stok & harga dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
* Image yang ditampilkan dapat berupa ilustrasi/tidak harus selalu sama dengan fisik barang


Selasa, 17 Februari 2015

Paman Gober Edisi Khusus / Koleksi


Komik Petualangan Paman Gober 1
Paman Gober dan Pencarian Perpustakaan Alexandria
Karya : Don Rosa
Penerbit : PT Penerbitan Sarana Bobo
Tebal : 66 hlm
* Stok kosong


Kisah Hidup Paman Gober 1
Karya : Don Rosa
Penerbit : PT Penerbitan Sarana Bobo
Tebal : 66 hlm
Harga : Rp 12.000,-


Kisah Hidup Paman Gober 5
Karya : Don Rosa
Penerbit : PT Penerbitan Sarana Bobo
Tebal : 66 hlm
* Stok kosong


Kisah Hidup Paman Gober 7
Karya : Don Rosa
Penerbit : PT Penerbitan Sarana Bobo
Tebal : 66 hlm
Harga : Rp 12.000,-

Jumat, 06 Februari 2015

Seri Dongeng Dunia

Atalanta dan Tiga Apel Emas (Yunani)
Ilustrasi : Novi Huang
Tebal : 24 hlm
Kertas : Glossy
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Harga : Rp 9.000,-


Dongeng Animasi 3D

Baju Baru Kaisar
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tebal : 56 hlm
Kertas : Glossy
* Stok kosong


Boneka Pemecah Kacang
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tebal : 56 hlm
Kertas : Glossy
* Stok kosong


Dick Whittington dan Kucingnya
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tebal : 56 hlm
Kertas : Glossy
* Stok kosong


Pangeran Katak
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tebal : 56 hlm
Kertas : Glossy
* Stok kosong


Putri Salju
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tebal : 56 hlm
Kertas : Glossy
* Stok kosong


Franklin





Barang Temuan Franklin
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Franklin Naik Sepeda
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Hadiah Natal Franklin
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Franklin di Hari Valentin
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Nama Keren Franklin
(Franklin's TV Storybook)
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Lencana Franklin
(Franklin's TV Storybook)
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Franklin dan si Jagoan
(Franklin's TV Storybook)
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Franklin dan Adiknya
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Adik Franklin bernama Harriet. Franklin sangat sayang pada adiknya, walaupun kadang-kadang suka berebut mainan hingga menimbulkan kejengkelan pada Franklin. Semula Franklin tidak suka menjadi kakak, karena selalu harus mengalah. Namun, karena ibunya selalu mengingatkan bahwa Franklin bisa membuat adiknya gembira, Franklin pun merasa bangga dan senang. Ternyata ada banyak hal yang bisa dilakukan kakak untuk adiknya, termasuk berbagi mainan yang disukai.


Franklin Sayang Ibu
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Franklin merasa dirinya sangat beruntung. Ia merasa mempunyai ikan emas yang paling indah. Ia mempunyai sahabat yang paling baik dan mempunyai boneka anjing yang setia. Tapi, yang paling membuat Franklin merasa beruntung adalah Franklon mempunyai ibu yang paling baik di seluruh dunia. Ibu Franklin sering membuat kue khusus untuk Franklin. Menemani Franklin bermain lempar tangkap meskipun sedang sibuk. Meskipun lelah, ibu Franklin selalu membacakan dua cerita untk Franklin sebelum tidur. Franklin pun ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat sayang pada ibunya dengan memberi hadiah istimewa di hari ulang tahun ibunya.


Franklin di Kegelapan
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Franklin takut dengan ruang gelap dan kecil. Itulah sebabnya, ke mana-mana Franklin selalu menyeret cangkangnya. Ia takut masuk ke dalam cangkangnya yang gelap dan kecil. Franklin yakin bahwa sesuatu yang mengerikan, seperti monster, ada di dalam cangkangnya yang gelap dan kecil itu. Maka, pergilah ia ke teman-temannya untuk minta bantuan. Duck, si bebek menawarkan pelampung renang yang biasa dipakainya ketika takut berenang. Lion, si singa, menawarkan penutup telinga yang biasa dipakainya ketika takut suara keras. Bird, si burung, menawarkan parasut yang biasa dipakainya ketika takut terbang. Polar Bear, si beruang kutub, menawarkan baju hangat yang biasa dipakainya ketika takut dengan dinginnya malam. Franklin tidak mau menerima bantuan mereka, karena ia merasa tidak takut berenang, suara keras, juga hawa dingin. Ternyata tidak hanya ia sendiri yang memiliki rasa takut. Bedanya teman-temannya memiliki cara untuk mengatasi rasa takutnya. Apakah Franklin akhirnya juga bisa mengatasi rasa takutnya pada kegelapan?


Franklin di Rumah Sakit
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Franklin kadang-kadang sakit. Secara rutin ia pergi ke dokter untuk cek kesehatan. Namun ia belum pernah ke rumah sakit. Suatu hari, saat bermain bola bersama teman-temannya, bola melayang menuju dadanya. Franklin kesakitan. Dokter yang memeriksa Franklin menyarankan untuk operasi. Ternyata ada retak ringan di tulang rusuk Franklin. Operasi itu hanya bisa dilakukan jika perut pasien telah kosong. Franklin diminta untuk tidak makan dan minum apa pun sampai malam menjelang tidur. Esoknya, Franklin bersama orang tuanya bersiap-siap berangkat ke rumah sakit. Sebenarnya Franklin merasa takut untuk operasi, tapi ia tidak mengatakannya. Teman-temannya, orang tuanya, dan dokter mengatakan bahwa ia adalah anak yang pemberani. Meskipun Franklin merasa takut, itu tidak berarti ia tidak berani. Berani artinya mau melakukan apa yang harus dilakukan meskipun merasa takut.


Franklin Mau Menang Sendiri
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Franklin mempunyai banyak teman, dan teman akrabnya adalah Bear. Mereka sering bermain kejar-kejaran, bermain kelereng, bermain lompat-lompatan, dan bermain bola. Sampai suatu hari Franklin dan Bear bertengkar. Franklin selalu ingin menentukan semuanya, permainan apa yang mereka mainkan, siapa menang siapa kalah, ia juga selalu ingin menjadi pelempar bola dalam permainan bisbol. Teman-temannya tidak senang dengan perbuatan Franklin, Bear juga. Apalagi selama ini, Franklin tidak pernah memperhatikan keinginan teman-temannya. Mereka pun bertengkar. Franklin tidak mau bermain lagi dengan Bear. Bear juga tidak mau bermain lagi dengan Franklin. Apakah mereka akan bertengkar seterusnya? Bagaimana cara mereka berbaikan kembali?


Franklin dan Kamarnya
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Kamar Franklin sangat berantakan. Ia suka menaruh barang-barang miliknya dengan tidak rapi. Maka tidak heran bila ia sering kehilangan barang-barang itu, karena lupa di mana menaruhnya. Suatu hari ia kehilangan pedangnya. Padahal Bear dan Beaver sedang menunggunya untuk ikut dalam permainan Ksatria dan Naga. Sementara Franklin menggunakan ranting kayu sebagai pengganti pedang. Ia berjanji akan membawa pedangnya besok. Goose, si angsa datang untuk mengambil mainan puzzlenya. Franklin tidak berhasil menemukannya, bahkan karena barang-barangnya diletakkan sembarangan, pedangnya ditemukan dalam keadaan rusak. Franklin menjadi sedih. Orang tua Franklin membantunya menata kamarnya yang berantakan itu, sehingga Franklin tidak akan kesulitan mencari barang yang diperlukannya lagi. Bahkan barang-barang yang hilang pun berhasil ditemukan, termasuk puzzle milik Goose.


Franklin Mau Memaafkan
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong
Sore itu Franklin, Harriet, dan kedua orang tua Franklin piknik ke danau untuk makan malam di musim panas. Franklin mengajak Goldi. Dengan pelan ia membawa akuariumnya ke danau lalu meletakkannya di tepi danau. Sebelum makan, Franklin dan Harriet bermain kejar-kejaran. Tanpa sengaja kaki Harriet menyenggol akuarium itu sehingga Goldi pun terlempar masuk ke danau. Franklin sangat marah dan sedih kehilangan Goldi. Ia segera masuk danau untuk mencari Goldi. Hingga malam tiba Franklin, Harriet, ayah dan ibu Franklin terus mencari Goldi, namun Goldi tidak mereka temukan. Keesokan harinya Franklin melanjutkan pencariannya. Ia benar-benar sedih kehilangan Goldi. Ia marah kepada Harriet dan tidak mau bicara kepadanya. Ayah dan ibunya meminta Franklin untuk memaafkan Harriet tapi Franklin tidak mau. Harriet sedih didiamkan Franklin. Apakah mereka bisa menemukan Goldi lagi?


Menginap di Rumah Franklin
Pengarang : Paulette Bourgeois & Brenda Clark
Penerbit : Kanisius
Tebal : 32 hlm
* Stok kosong


Kamis, 22 Januari 2015

Alone

Alone 1 - Menghilang
Penulis : Gazzotti & Vehlmann
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 56 hlm warna
* Stok kosong

Fortville mendadak aneh. Saat pagi menjelang, semua orang dewasa di kota itu menghilang. 
Yang tersisa hanya anak-anak yang mencoba mencari tahu dan memecahkan misteri ini. Setelah anak-anak itu berkumpul dan saling menceritakan kehidupan mereka sebelum malam itu, ternyata yang hilang tak hanya orang dewasa karena adik Camille juga menghilang. Dodji sebagai anak tertua, berusaha menjaga anak-anak lain dari bahaya. Selain itu pula banyak hewan buas yang berkeliaran di kota. Sekarang mereka harus bersatu demi bertahan hidup.



Alone 2 - Sang Ahli Pisau
Penulis : Gazzotti & Vehlmann
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 48 hlm warna
* Stok kosong

Petualangan kelima anak kembali berlanjut, sekarang mereka menemukan tempat tinggal baru di hotel Majestik. Karena berencana pergi ke kota lain, mereka mempersiapkan bus agar mampu memuat semuanya. 
Saat sedang berlatih menembak, tak sengaja Yvan menarik perhatian pembunuh psikopat dengan banyak pisau disekujur tubuhnya dan ingin membunuh kelima anak itu. Dodji berjuang menyelamatkan anak-anak yang lain. Siapa sebenarnya psikopat itu dan mengapa dia ingin membunuh mereka?